laman

28 Oktober 2011

Bagian Organisasi Gelar Sosialisasi dan Pelatihan Analisis Jabatan (Anjab) dan Analisis Beban Kerja (ABK)


Reformasi birokrasi merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mewujudkan good governance. Salah satu upaya yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Trenggalek untuk mewujudkan hal tersebut  adalah dengan melakukan Sosialisasi dan Pelatihan Analisis Jabatan (Anjab) dan Analisis Beban Kerja (ABK). Untuk itu, Bagian Organisasi Sekretariat Daerah pada tahun 2011 melaksanakan pelatihan Anjab dan ABK di Aula Sekretariat Daerah yang diikuti oleh 14 SKPD lingkup Pemerintah Kabupaten Trenggalek, sisanya akan dilakukan pelatihan yang sama pada tahun 2012.

Pelatihan ini dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Trenggalek, Ir. Sukiman, M.Si. Turut hadir Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Trenggalek  serta Kabag Organisasi dan Kabag Anjab dan Kepegawaian Biro Organisasi Provinsi Jawa Timur. Dalam sambutannya Sekretaris Daerah menyampaikan bahwa pemerintah pusat telah mengeluarkan grand design reformasi birokrasi yang berisi arah kebijakan pelaksanaan reformasi birokrasi nasional kurun waktu 2010 – 2025 dalam bentuk Perpres nomor 81 tahun 2010.”Selain itu telah ditetapkan 9 (Sembilan) Peraturan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi sebagai pedoman” imbuhnya.
Selanjutnya, Sekretaris Daerah mengharapkan dengan penerapan analisis jabatan dan analisis beban kerja akan terwujud aparatur yang handal dan professional dalam melayani masyarakat dan mengelola birokrasi yang berkesinambungan sesuai dengan visi dan misi Kementrian Dalam Negeri.
Dalam kesempatan itu, Moch. Khotib, S.H.,M.M Kabag. Anjab dan Kepegawaian menyampaikan bahwa Analisis jabatan merupakan salah satu fungsi manajemen SDM sebagai pondasi dasar dalam organisasi yang akan menghasilkan rumusan jabatan. Selanjutnya rumusan jabatan tersebut dapat digunakan untuk menyusun peta jabatan, dan  jika dipadukan dengan hasil analisis beban kerja, maka akan dapat disusun jumlah kebutuhan pegawai yang dibutuhkan.
Selain itu, saat mengisi materi, Kasubbag Formasi Jabatan Drs. Trisno Winoto, M.M dari Biro Organisasi Setda Provinsi Jawa Timur  mengungkapkan untuk mengoptimalkan kinerja staf/fungsioanal umum maka setiap jabatan pada eselon IV atau V harus mampu merinci pekerjaan yang dilakukan sesuai dengan tupoksi jabatannya  dan memberikan wewenang kepada staf/fungsional umum untuk melaksanakan pekerjaan tersebut, sehingga diharapkan setiap pegawai akan tahu apa pekerjaannya, apa hasil kerjanya, bagaimana proses kerja pegawai sehingga dapat disimpulkan apakah pegawai tersebut bisa berhasil atau tidak dalam melaksanakan pekerjaannya.
Sosialisasi dan Pelatihan Analisis Jabatan (Anjab) dan Analisis Beban Kerja (ABK) ini dilaksanakan selama 2 (dua) hari, tanggal 26-27 Oktober 2011. Pada hari pertama peserta akan mendapatkan materi Anjab dan ABK secara manual, untuk hari selanjutnya akan disampaikan sosialisasi Anjab dan ABK dengan menggunakan Aplikasi Sistem Informasi [@].

Kabar Berita Lain